Rabu, 13 Januari 2016

LD Fam's

Diawali dengan sebuah perkumpulan belajar, kenyamanan kekeluargaan dan yang paling penting kesamaan fikiran dan tujuan. Terbentuklah sebuah kapal yang dinamakan LD Fam’s pada tahun 2014 yang mempunyai arti lewidaun family. Kapal yang akan mengarungi lautan kehidupan dengan tiga orang kru anak muda yang sedang mencari sebuah jati diri.
Setelah lumayan lama kami mengarungi lautan dan berkunjung kepulau – pulau misterius, mulai berdatangan kru baru yang pada saat itu mempunyai fikiran dan tujuan yang sama juga. Kurang lebih kru kami berjumlah delapan orang. Awalnya kami menikmati perjalanan mengarungi lautan itu secara bersama - sama, tapi setelah sekian lama kamipun mulai  berbeda pendapat dan tujuan dan akhirnya kami beranggota lima orang. Tidak ada pemimpin, kami semua kru kapal.
Setelah sekian lama kami berkunjung kesebuah pulau dan akhirnya kami menemukan pulau yang dijadikan basecamp dan melakukan hal – hal seru disana. Akibat dari terbentuknya suatu kapal itu menimbulkan hal yang positif maupun negatif tentunya. Positifnya adalah kami semakin giat belajar, karena dari kelima kru itu terdapat sijago matematika dan fisika, sijago kimia dan sijago – jago yang lain. Akupun hanya bisa dibidang gambar teknik. Semakin eratnya hubungan kekeluargaan kami, disisi lain semakin renggang juga hubungan pertemanan dengan orang yang bukan bagian dari kapal kami. Itulah sisi negatifnya. Tapi para kru sedikit “mengacuhkan” sisi negatifnya itu.
Puncak dari keseruan sebuah kapal LD fam’s adalah ketika kami beranjak naik ke tahun ketiga sekolah SMA. Sangat erat sekali hubungan kekeluargaan kami, dari yang namanya bermain, belajar dan hal-hal lain yang selalu kami jalani bersama. Sangat seru memang. 
Tapi kini hubungan kami semakin merenggang karena salah satu pantangan dari sebuah kapal adalah jangan berkunjung ke suatu dunia yang dinamakan dunia asrama. Itu adalah suatu hal yang akan merusak suatu hubungan kekeluargaan. Memang benar, awalnya dari seorang kru yang terlibat dalam dunia asmara lebih mempererat lagi hubungan kekeluargaan kami, itu padahal cuma ilusi semata dari sebuah dunia asmara. Lama kelamaan mulai berdatanganlah masalah dari yang kecil hingga masalah yang lumayan besar. Cara satu-satunya untuk terbebas dari dunia asmara, salah seorang kru yang terlibat dunia asmara itu harus mempunyai inisiatif untuk memilih jalan yang berbeda dari yang lain, jalan yang menurut dia adalah cara untuk menyelamatkan diri dari dunia asmara yang penuh dengan ilusi-ilusi kebahagiaan. Setelah kru itu memiliki jalan dan fikiran beda dari yang lain dan beranjak pergi sendirian kesebuah tempat yang dinamakan kesunyian, secara otomatis kapal LD fam’s retak dan tidak bisa mengarungi lautan bersama - sama lagi. Akhirnya pun kapal LD fam’s mulai ditinggalkan disebuah pulau tak berpenghuni dan semua kru mencari tempat kenyamanan mereka.
Kru yang memiliki jalan berbeda dari yang lain itu, sampai sekarang masih menetap disana. Karena menurut dia, itu merupakan tempat dimana terdapat kesunyian yang maha damai. Tapi dibalik itu semua terdapat sisi positif nya menurut dia, yaitu terjadi proses pendewasaan terhadap masing-masing kru kapal. Pendewasaan yang akan membawa kami kepembuatan kapal baru yang lebih mewah dan megah dan akan memasang bendera LD Fam’s lagi dikapal itu.

Sampai detik ini pun kapal lama LD Fam’s masih ada tapi vakum dari hal-hal yang berbau kebersamaan dan kekeluargaan. Kapal LD fam’s masih bersender disebuah pulau tak berpenghuni. dia semakin lapuk, usang dan berlumut karena tidak ada yang merawatnya. Para kru kapal yang sekarang masih berpencar dan semakin sibuk dengan kebehagiaan dan kesenangan mereka. Suatu hari nanti PASTI kita semua berkumpul lagi dan mengibarkan bendera kebanggaan kami,tentunya dengan kapal baru kami. lalu mengarungi suatu lautan yang disebut KEHIDUPAN secara bersama – sama lagi. AMIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar