Diawali dengan sebuah perkumpulan
belajar, kenyamanan kekeluargaan dan yang paling penting kesamaan fikiran dan
tujuan. Terbentuklah sebuah kapal yang dinamakan LD Fam’s pada tahun 2014 yang mempunyai
arti lewidaun family. Kapal yang akan mengarungi lautan kehidupan dengan tiga
orang kru anak muda yang sedang mencari sebuah jati diri.
Setelah lumayan lama kami
mengarungi lautan dan berkunjung kepulau – pulau misterius, mulai berdatangan
kru baru yang pada saat itu mempunyai fikiran dan tujuan yang sama juga. Kurang
lebih kru kami berjumlah delapan orang. Awalnya kami menikmati perjalanan
mengarungi lautan itu secara bersama - sama, tapi setelah sekian lama kamipun
mulai berbeda pendapat dan tujuan dan
akhirnya kami beranggota lima orang. Tidak ada pemimpin, kami semua kru kapal.
Setelah sekian lama kami
berkunjung kesebuah pulau dan akhirnya kami menemukan pulau yang dijadikan basecamp
dan melakukan hal – hal seru disana. Akibat dari terbentuknya suatu kapal itu
menimbulkan hal yang positif maupun negatif tentunya. Positifnya adalah kami semakin
giat belajar, karena dari kelima kru itu terdapat sijago matematika dan fisika,
sijago kimia dan sijago – jago yang lain. Akupun hanya bisa dibidang gambar
teknik. Semakin eratnya hubungan kekeluargaan kami, disisi lain semakin
renggang juga hubungan pertemanan dengan orang yang bukan bagian dari kapal
kami. Itulah sisi negatifnya. Tapi para kru sedikit “mengacuhkan” sisi
negatifnya itu.
Puncak dari keseruan sebuah kapal
LD fam’s adalah ketika kami beranjak naik ke tahun ketiga sekolah SMA. Sangat erat
sekali hubungan kekeluargaan kami, dari yang namanya bermain, belajar dan
hal-hal lain yang selalu kami jalani bersama. Sangat seru memang.
Tapi kini hubungan kami semakin
merenggang karena salah satu pantangan dari sebuah kapal adalah jangan berkunjung
ke suatu dunia yang dinamakan dunia asrama. Itu adalah suatu hal yang akan
merusak suatu hubungan kekeluargaan. Memang benar, awalnya dari seorang kru
yang terlibat dalam dunia asmara lebih mempererat lagi hubungan kekeluargaan
kami, itu padahal cuma ilusi semata dari sebuah dunia asmara. Lama kelamaan
mulai berdatanganlah masalah dari yang kecil hingga masalah yang lumayan besar.
Cara satu-satunya untuk terbebas dari dunia asmara, salah seorang kru yang
terlibat dunia asmara itu harus mempunyai inisiatif untuk memilih jalan yang
berbeda dari yang lain, jalan yang menurut dia adalah cara untuk menyelamatkan
diri dari dunia asmara yang penuh dengan ilusi-ilusi kebahagiaan. Setelah kru
itu memiliki jalan dan fikiran beda dari yang lain dan beranjak pergi sendirian
kesebuah tempat yang dinamakan kesunyian, secara otomatis kapal LD fam’s retak
dan tidak bisa mengarungi lautan bersama - sama lagi. Akhirnya pun kapal LD fam’s
mulai ditinggalkan disebuah pulau tak berpenghuni dan semua kru mencari tempat kenyamanan
mereka.
Kru yang memiliki jalan berbeda
dari yang lain itu, sampai sekarang masih menetap disana. Karena menurut dia,
itu merupakan tempat dimana terdapat kesunyian yang maha damai. Tapi dibalik
itu semua terdapat sisi positif nya menurut dia, yaitu terjadi proses
pendewasaan terhadap masing-masing kru kapal. Pendewasaan yang akan membawa
kami kepembuatan kapal baru yang lebih mewah dan megah dan akan memasang
bendera LD Fam’s lagi dikapal itu.
Sampai detik ini pun kapal lama LD
Fam’s masih ada tapi vakum dari hal-hal yang berbau kebersamaan dan
kekeluargaan. Kapal LD fam’s masih bersender disebuah pulau tak berpenghuni.
dia semakin lapuk, usang dan berlumut karena tidak ada yang merawatnya. Para kru
kapal yang sekarang masih berpencar dan semakin sibuk dengan kebehagiaan dan
kesenangan mereka. Suatu hari nanti PASTI kita semua berkumpul lagi dan mengibarkan
bendera kebanggaan kami,tentunya dengan kapal baru kami. lalu mengarungi suatu
lautan yang disebut KEHIDUPAN secara bersama – sama lagi. AMIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar